Jumat, 14Februari 2014
Pw. S. Sirilus, Prtp dan Metodius, Usk
1 Raja- Raja 11:29-32; 12:19
Mazmur 81:10-11ab, 12-13,14-15
Markus 7:31–37
“ Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan- Nya berkata- kata.”
(Markus 7:37)
TEMAN-TEMAN, syukur kepada Allah kita dikaruniai telinga dan mulut yang dapat berfungsi dengan baik. Sudahkah kita mempergunakannya dengan baik pula? Saya teringat akan seseorang yang bisu tuli yang saya kenal akhir- akhir ini. Saya salut akan keluarganya yang sabar membantu komunikasinya dengan orang lain. Saya juga salut akan orang tersebut. Walaupun kami berkomunikasi hanya dengan isyarat, tetapi dia memancarkan kasih, kesabaran, suka cita, dan dia pun berterima kasih untuk apa yang kita lakukan dengan menjabat tangan kita dengan penuh semangat. Saya belajar bahasa kasih darinya. Bagaimana dengan kita teman-teman? Sudahkah kita juga memancarkan kasih Allah? Pedulikah kita dengan sesama kita?
Saya juga teringat akan perkataan guru saya saat saya masih kecil bahwa mendengarkan berbeda dengan mendengar. Mendengarkan adalah mendengar dengan seksama. Mari kita pergunakan apa yang kita miliki bagi Tuhan dan sesama karena segala sesuatu adalah anugerah-Nya. Segala kemuliaan hanya bagi DIa. [eS]
Sudahkah kita menyalurkan kasih-Nya?
DOA(†)
Terima kasih Tuhan, atas kasih karunia-Mu. Pakailah kami untuk menjadi saluran berkat dan kasih-Mu. Terima kasih Tuhan. Amin. (†)




