Kamis, 6Februari2014
Pw. S. Paulus Miki, ImdkkMrt
1 Raja-raja 2:1-4, 10-12
MT 1 Tawarikh 29:10, 11, 12
Markus 6:7-13
“Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua…"
(Markus 6:7)
DULUsaya kurang bisa mengerti makna penting kebersamaan dengan sesama. Sampai akhirnya saya kos di suatu tempat di mana bangunan kos tersebut hanya mempunyai kamar berjajar dan koridor untuk lewat. Tidak mempunyai semacam ruang keluarga dimana penghuni kos bisa kumpul-kumpul. Kamar mandi, televisi ada di dalam kamar. Kondisi seperti ini menyebabkan penghuni kos jarang berinteraksi satu dengan yang lain. Walaupun hiburan berupa televisi ada di dalam kamar, kadang timbul rasa bosan, gelisah dan kadang takut tanpa alasan. Tapi setelah saya mencoba berinteraksi dengan orang lain lebih banyak, perasaan-perasaan negatif yang timbul bisa hilang dan saya merasa lebih tenteram dan mendapatkan kekuatan. Melalui hal ini saya semakin mengerti pentingnya arti kebersamaan dengan orang lain dan berkomunitas dalam kehidupan Kristiani.
Kebersamaan dengan orang lain juga mengajar kita untuk belajar terbuka dan menerima sesama apa adanya seperti Tuhan juga telah menerima kita apa adanya. Kita juga perlu bersyukur akan keluarga, teman dan komunitas yang baik, yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kalau tugas perutusan dilakukan secara bersama, saat yang satu jatuh yang lain bisa mendukung, saya percaya tugas perutusan kita akan maju terus dan Kerajaan Allah akan semakin luas dan Tuhan akan semakin dimuliakan. [RW]
Sudahkah aku punya rekan untuk menjalankan perutusan Tuhan?
DOA (†)
Tuhan, berikanlah aku rekan kerja untuk bisa menjalankan misi perutusan MU. Amin(†)




