Kamis, 23 Januari 2014
1 Samuel 18:6-9; 19:1-7
Mazmur 56:2-3,9-10a, 10bc-11,12-13
Markus 3:7-12
“Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya.”
(Markus 3:7)
MENGAPA Yesus menyingkir ke danau? Padahal begitu banyak orang yang mengikuti dia. Pada perikop-perikop sebelumnya dapat kita lihat bahwa Yesus dan orang-orang Farisi sedang berselisih paham mengenai boleh atau tidaknya menolong orang pada hari Sabat. Yesus tidak ingin perdebatan itu berlangsung lama. Oleh karena itu ia menyingkir ke danau di mana begitu banyak orang yang mengejar Yesus untuk mendengar pengajaran dan juga menerima mukjizat. Dengan menyembuhkan orang yg mati sebelah tangannya (Markus 3:1-6), Yesus membuat malu para Farisi. Orang-orang banyak melihat ini sebagai kemenangan yang luar biasa, bahwa Yesus bukan hanya berbicara dengan kata-kata biasa, tetapi Yesus mengajar dengan Kuasa. Itulah sebabnya semakin banyak orang datang kepada Yesus dan memuji-muji Dia.
Yesus juga tidak mau terbuai dengan ketenaran yang Ia terima. Setiap kali ia melakukan mukjizat, Ia melarang keras supaya mereka jangan memberi tahukan siapa Dia. (Markus 3:12). Kita pun harusnya demikian. Sebagai pengikut Kristus, kita juga diminta oleh Tuhan untuk memberikan kasih kepada sesama kita tanpa memandang apa pun. Tuhan juga mau kita memiliki sikap kerendahan hati atas segala kebaikkan yang kita lakukan. Kita harus ingat bahwa semua hanya kasih karunia Tuhan yang membuat kita sanggup melakukan segala sesuatunya. [tj]
Sudahkah kita bersikap seperti Yesus?
DOA(†)
Tuhan, ajar aku memiliki hati seperti hatiMu. Amin(†)




