Minggu, 19 Januari 2014
Yesaya 49:3, 5-6
Mazmur 40:2,4ab, 7-8a, 8b-9,10
1 Korintus 1:1-3
Yohanes 1:29-34
“Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
(Yohanes 1:34)
YOHANESPembaptis adalah seorang pengkotbah yang memiliki karisma. Sebelum Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya, Yohanes Pembaptis sudah berkotbah diantara ribuan orang. Ia bukan Mesias. Melainkan ia diutus untuk mendahului Yesus.
Sesuai dengan julukannya, Yohanes sering membaptis orang. Namun di dalam membaptis orang dan memberitakan pertobatan, Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada mereka bahwa Yesus adalah Mesias yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Karena manusia tidak hanya dibaptis dengan air saja melainkan juga dengan Roh Kudus. Jadi Yohanes Pembaptis mengenal peranannya sendiri dengan jelas, sehingga ia tidak mengambil peranan Tuhan Yesus. Dia bersuka cita pada saat semua orang datang kepada Tuhan Yesus.
Setiap orang memiliki potensi atau karunia dan kemampuan yang berbeda. Seringkali kita cemburu apabila orang lain jauh lebih berhasil daripada kita. Urapan itu selalu diberikan kepada orang yang kepadanya dikaruniakan potensi, lalu ia mengembangkannya. Tinggal tugas kita menyadari potensi apa yang kita miliki, mengembangkannya dan melakukannya untuk kemuliaan Tuhan.[dvc]
Apakah kita sadar akan potensi yang kita miliki?
DOA(†)
Bapa, bantu kami untuk dapat selalu mengembangkan talenta yang Engkau berikan kepada kami.Amin(†)




