Selasa, 7 Januari 2014
1 Yohanes 4:7-10
Mazmue 72:2,3-4ab, 7-8
Markus 6:34-44
"Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah,
tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita."
(1 Yohanes 4:10)
JIKAsemua dalam keadaan baik, semua berjalan lancar bagi saya sangat mudah untuk tersenyum, berbicara dengan tenang, dan rasanya tuh kasih Tuhan berlimpah dalam hati. Tapi ketika ada masalah, banyak tekanan, sulit sekali untuk menjaga hati untuk tetap tersenyum. Coba kita selidiki sungguh-sungguh, menyadari apakah dalam hati kita ada kasih dari Allah? Apakah kita merasakannya? Apakah kita melakukan kasih itu terhadap sesama? atau rasanya hampa, biasa aja, flat aja?
Teman-teman percaya Tuhan mampu mengubah kurang menjadi lebih? Seperti bacaan injil hari ini, "Lima roti dan dua ikan, Tuhan Yesus memberkati..dimakan lima ribu orang, sisa dua belas bakul.."Sebuah nyanyian sekolah minggu, yang menceritakan bagaimana Yesus melakukan mujizat dari kekurangan menjadi kelimpahan. Cara yang tepat ketika kita merasakan kekosongan adalah dengan datang kepada sumber kasih itu sendiri yaitu Allah untuk memberkati dan memberikan kasih. Mengakui keadaan hati kita, dan memohon berkatNya, maka Tuhan akan melimpahkan kasihNya bagi kita yang mencari. Jadi ketika merasa kekurangan kasih, datang pada Allah, bukan mencari-cari dari orang lain, barang, atau hal-hal lainnya.[gt]
Apakah aku membutuhkan kelimpahan dalam kasih Allah?
DOA(†)
Allah, Engkau adalah sumber kasih dalam hidup kami. Berkatilah hati kami jika kami merasakan kekosongan, limpahkanlah kasihMu. Amin (†)




