Sabtu, 4 Januari 2014
1 Yohanes 3: 7-10
Mazmur 98:1,7-8,9
Yohanes 1: 35-42
“Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”
(1 Yohanes 3: 7a.9)
KITAsemua tentu pernah mengalami pengalaman menyedihkan, kegagalan, ataupun kesulitan. Apakah saat itu kita putus asa, merasa sedih berkepanjangan, dan memilih meninggalkan Tuhan atau sebaliknya kita berhasil melewati momen tersebut dengan memohon kekuatan-Nya? Santa Elizabeth Ann Seton pernah merasakan cinta dari keluarga, kehidupan mewah yang serba kecukupan, sampai dengan derita kehilangan ibu, dan suami yang dicintainya. Namun justru dalam saat terberat hidupnya, ia memilih menjadi pengikut Katolik meskipun harus dikucilkan banyak orang. Ia bahkan berjuang mendirikan sekolah Katolik gratis pertama di Amerika Serikat untuk menolong orang tidak mampu, dan menyatakan kaul kemiskinan, kemurnian, dan taat. Ia dapat menjadi teladan bagi kita untuk berjuang lewati saat sulit hidup dengan tetap optimis akan hari depan yang lebih baik.
Sanggupkah kita melewati badai kehidupan dengan penuh keyakinan bahwa Yesus akan berkarya sehingga kita sanggup memanggul salib yang dipercayakan-Nya?? Jangan biarkan siapa pun dan hal seberat apapun memisahkan kita dari jalan-Nya dan membawa kita jatuh dalam kekuatiran dan dosa. [ew]
Apakah aku berjalan bersama Yesus dalam melewati badai hidup?
DOA (†)
Tuhan, sanggupkan kami melewati badai kehidupan dengan setia hanya pada-Mu.Amin(†)




