Senin, 25 November 2013
Daniel 1:1-6, 8-20
MT Daniel 3:52, 53, 54, 55, 56
Lukas 21:1-4
“Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”
(Lukas 21: 4)
ADA seorang ibu tua yang berjualan keripik di depan sebuah toko. Ibu itu berjualan dari pagi hingga malam toko itu tutup setiap hari. Suatu hari, pemilik toko akan mengadakan pesta pernihakan. Namun karena begitu banyak persiapan yang harus dilakukan, akhirnya ibu tua ini diminta untuk membantu. Dengan senang hati ia bekerja dan tiga hari kemudian, ibu tua ini menyerahkan sebuah amplop kepada pemilik toko tersebut. “Wah nggak usah, terima kasih Bu, doain kita aja saya sudah sangat senang kok.” Tapi ibu tua itu tetap memaksa, “Ambillah Non, saya memang udah siapin ini buat Non.” Melihat raut wajahnya yang tulus, akhirnya si pemilik toko mengambil amplop itu. Terharu rasanya karena si ibu telah memiliki inisiatif untuk memberi berkat.Setelah dibuka isinya, ternyata nominalnya cukup banyak untuk seorang penjual keripik singkong. Entah berapa bungkus keripik yang harus ia jual untuk mendapat uang sebesar ini.
Dua peser adalah keping mata uang Yunani yang nilainya paling rendah. Nilainya hanya setengah nilai mata uang Roma yang paling rendah. Bayangkan, betapa sedikitnya uang itu jika yang melihat adalah orang-orang berada. Tapi bagi si janda miskin, betapa dua peser itu sangat berharga. Jangan-jangan ia tidak makan seharian hanya untuk memberi persembahan yang terbaik kepada Tuhan.[tj]
Sudahkah kita mempersembahkan yang terbaik yang kita punya kepada Tuhan?
DOA(†)
Tuhan, ajar aku untuk selalu memberi yang terbaik.Amin(†)




