Sabtu, 23 November 2013
1 Makabe 6: 1—13;
Mazmur 9:2-3,4,6,16b, 19
Lukas 20:27-40
“Mendengar berita itu maka tercenganglah raja dan sangat tergeraklah hatinya. Ia merebahkan diri di ranjang dan jatuh sakit karena sakit hati. Sebab semuanya tidak terjadi sebagaimana diinginkannya.”
(1 Makabe 6:8)
KADANG kita sering takut untuk berharap, kita takut untuk kecewa dan sedih apabila harapan kita tidak terjawab. Hal ini terjadi pada raja Antiokhus pada bacaan firman Tuhan hari ini. Diceritakan bagaimana sang raja menjadi jatuh sakit karena sakit hati sebab semuanya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.
Teman, salahkah kita untuk berharap? Tentu tidak salah, namun kepada siapa? kepada manusia atau kepada Tuhan Allah semesta Alam? Manusia adalah mahluk yang sangat terbatas, oleh karena itu sering manusia tidak dapat mengabulkan harapan dari manusia lainnya, walaupun ia sangat ingin mengabulkannya. DIsisi lain, Tuhan pasti dapat mengabulkan setiap harapan manusia, namun Tuhan juga tidak selalu mengabulkan setiap harapan yang ada.
Kita ingat bagaimana Tuhan Yesus berharap dalam doanya di taman Getsemani agar cawan tersebut diambil daripadaNya, apakah Tuhan Allah mengabulkanNya? Tidak, karena cawan tersebut adalah bagian dari rencana indah Allah untuk menyelamatkan manusia. Teman, ingatlah bahwa Tuhan Allah maha tahu dan selalu bekerjasama untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihiNya. [718]
Apakah aku pernah berharap kepada Tuhan?
DOA(†)
Tuhan, terima kasih kalau Engkau selalu memberikan harapan dan kesempatan kepada kami. Amin(†)




