Senin, 4 November 2013
Pw S. Carolus Borromeus, Usk
Roma 11:29-36
Mazmur 69:30-31,33- 34,36-37
Lukas 14:12-14
“Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
(Lukas 14:14)
HAL yang biasa jika kita berbuat kebaikan kepada orang yang sudah lebih dahulu berbuat baik kepada kita, namun menjadi hal yang luar biasa jika kita mampu tetap berbuat baik kepada orang yang sudah menyakiti kita atau kepada siapa saja yang tidak sanggup membalas perbuatan baik tersebut.
Marilah kita belajar dari Santo Carolus Borromeus. Pada usia 22 tahun ia diangkat oleh Paus Pius menjadi Kardinal untuk Milan.Dengan semangat muda sebagai seorang Uskup dan Kardinal,Carolus bekerja keras untuk kepentingan orang miskin dan sakit. Dia mengunjungi orang sakit, meluangkan waktu untuk merawat mereka, dan iapun tidak merasa segan untuk duduk dipinggir jalan danmengajarkan cara hidup yang baik menurut ajaran agama Katolik.Ia dipakai Allah untuk membawa orang “tersesat” kembali ke jalan Tuhan. Carolus Borromeus pun wafat akibat penyakit menular yang dialaminya saat melakukan pelayanan. Ia adalah martir cinta kasih yang telah membuktikan cinta kepada Kristus dengan mengasihi orang menderita dengan tulus. [ew]
Mampukah kita memberi bantuan kepada orang lain tanpa melihat apa timbal balik yang dapat diterima?
DOA (†)
Tuhan, ajar kami memiliki kasih-Mu yang tulus dan murni.Amin(†)




