Kamis, 24 Oktober2013
Roma 6:19-23
Mazmur 1:1-2, 3, 4, 6
Lukas 12:49-53
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
(Roma 6:23)
SETIAPhari Ia membuka mata pagi-pagi dan berkelilng dengan gerobak teman setianya, ia mengangkut sampah-sampah yang ada di depan rumah kami. Setiap ia lewat tak jarang orang menutup hidungnya, seolah keberadaanya sangat menganggu. Tapi bagaimanakah kalau tidak ada dia? Siapakah yang akan membuang sampah-sampah itu? Sampah itu akan menumpuk dan membuat bau yang tidak sedap tentunya yang bisa mengakibatkan penyakit, bahkan akan membuat dampak besar lainnya seperti banjir. Keberadaannya terkadang tidak dihargai dan hanya dipandang sebelah mata, tapi ia punya peran yang sangat penting dalam kehidupan kita.
Begitu pun Tuhan, Ia rela merendahkan diri untuk memungut sampah rohani (dosa/perbuatan daging) kita. Dan bagaimana cara kita membalasnya, apakah kita hanya akan memandang sebelah mata pada-Nya? Relakah kita untuk membuang sampah-sampah rohani (percabulan, hawa nafsu, iri hari, amarah, dll) itu sebelum membusuk dan menyebabkan penyakit (luka batin, rendah diri, dan lain-lain)? Marilah kita hidup bersih berdasarkan Injil yang kita yakini agar menjadi pribadi yang bersih baik secara jasmani dan rohani. [W_6nd]
Sudahkah aku menjadi pribadi yang sehat secara jasmani dan rohani berdasarkan Injil?
DOA(†)
Tuhan bukakan mata hatiku agar aku dapat mendengar suara-Mu dan peduli akan kehidupan di sekitarku. Amin(†)




