Jumat, 4 Oktober 2013
S. Fransiskus dr Asisi
Barukh 1:15-22
Mazmur 79:1-2,3-5,8-9
Lukas 10:13-16
“Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruh-Nya di hadapan kami.”
(Barukh 1:18)
MANUSIA tidak ada yang 100% sempurna. Semua orang pasti pernah berbuat salah, namun apakah kita menyadari dan mengakui hal tersebut atau sebaliknya menyangkalnya dan menganggap dirinya selalu yang paling benar.Mengakui kesalahan bukanlah hal yang mudah dilakukan karena memerlukan kejujuran, kerendahan hati, dan berani bertanggung jawab.Ingatkah kita pada aksi penyerbuan di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada bulan Maret yang lalu? Anggota Kopassus yang terlibat mengakui perbuatannya, dan sebagian masyarakat memberi respons positif terhadap kejujuran tersebut.
Melalui bacaan hari ini (Barukh 1:15-22) kita dapat mengetahui kisah bagaimana umat Israel mengakui dosa yang diperbuatnya terhadap Tuhan. Jika saat ini ada diantara kita yang masih menyimpan rasa bersalah, dan penyesalan; inilah saat yang tepat untuk mengakui dan membina relasi yang lebih baik. Jika kita menyimpan rasa berdosa dan tidak mengerti bagaimana harus mengungkapkannya, maka datanglah kepada Yesus dan terimalah Sakramen Pertobatan di gereja. Mari kita ciptakan relasi baru yang penuh damai dengan Tuhan dan sesama[ew]
Maukah kita datang pada-Nya mengakui segala dosa kita?
DOA (†)
Tuhan, berikan kami kepekaan dan kerendahan hati untuk mengakui segala dosa kami.Amin(†)




