Rabu, 11 September 2013
Kolose 3:1-11
Mazmur 145:2-3,10-11,12-13ab
Lukas 6:20-26
“Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu;
karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”
(Lukas6:26)
BERAPA tahun lalu saya pernah sedikit nge-bluff (red: melebih-lebihkan cerita) ketika sedang bercerita kepada seorang ibu. Pada saat itu saya melakukannya karena tidak ingin dia kecewa sama saya. Jadi saya sedikit melebihkan agar dia kagum. Memang benar kata pepatah kalau “penyesalan selalu datang terlambat”. Saya jadi merasa bersalah dan ‘kosong’ karena sudah membohongi orang. Saya menyesal dan sempat kepikiran beberapa lama. Untungnya Tuhan memberi saya jalan keluar. Akhirnya saya berjuang mencapai tahap apa yang saya ucapkan saat itu. Pengalaman tersebut memberi saya pelajaran besar ketika berbicara dengan orang lain. Walaupun pada akhirnya kebohongan tersebut telah menjadi kenyataan tapi tetap kebohongan ketika saya ucapkan.
Bacaan hari ini benar-benar mengingatkan saya untuk hanya berkata-kata dan berbuat sesuai dengan ajaran Tuhan. Kita cukup fokus pada perkara surgawi dan untuk melakukan segala sesuatu demi kemuliaanNya. Mari kita sama-sama mulai sekarang membersihkan hati, pikiran, dan perkataan kita dengan bantuan Yesus dan Roh Kudus. Jadi segala sesuatu yang kita pikirkan, perbuat, dan katakan hanya sesuatu yang menjadi berkat bagi orang lain. Bukan merugikan orang lain atau bahkan membuat hidup orang lain menjadi sengsara. [AW]
Apakah saya sudah fokus pada perkara surgawi?
DOA(†)
Tuhan, biarkanlah Roh KudusMu membersihkan hati, pikiran, dan perbuatanku. Amin(†)




