Jumat, 23 Agustus 2013
Ruth 1:1,3-6,14b-16, 22
Mazmur 146:5-6,7,8-9a, 9bc-10
Matius 22:34-40
“..dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia.”
(Matius 12:50)
RASA pedasadalah tambahan yang paten dan wajib bagi makanan Indonesia, bisa berbentuk cabe rawit, saus sambal extra pedas atau bumbu gurih ekstra merica ala “Keripik Maicih”. Sebenarnya agak sulit dipahami, bagaimana orang Indonesia yang tinggal di daerah beriklim tropis alias panas ini dapat begitu menyukai bumbu penguras keringat ini. Sekedar catatan, orang Manado menambahkan sambal pada pisang goreng. Pernah mencoba? Harus, percaya deh…tob markotob!
Kalau kita gigit satu buah cabe rawit, apakah rasanya enak? Belum tentu, namun apabila segera diikuti dengan tahu goreng, pasti lain ceritanya teman-teman. Anggap kita hendak membuat kue bolu dengan bahan-bahan tepung terigu, telur, gula, baking powder, perasa makanan. Semua bahan tersebut apabila kita makan satu per satu secara terpisah, rasanya pasti tak karuan. Namun apabila dicampur, dibentuk, dipanggang, sudah pasti akan menjadi kue yang lezat. Jadi sobat ImagoDei, hidup kita ini terbentuk dari berbagai hal, kesenangan, kemalangan, masalah ataupun keuntungan. Jangan hanya fokus kepada satu aspek, namun lihatlah semua sebagai suatu kesatuan dan saya percaya bahwa semuanya akan menjadi suatu kesatuan yang baik seperti pisang goreng dan sambal. Wah, koq jadi lapar ya…makan aaahh! [718]
Apakah aku hanya fokus pada masalahku?
DOA(†)
Tuhan, aku percayakan semuanya dan percaya akan penyelenggaraanMu. Amin(†)




