Kamis, 22 Agustus 2013
Pw SP Maria, Ratu
Hakim-hakim 11: 29-39a
Mazmur 40:5,7-8a, 8b-9, 10
Matius 22:1-14
“Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk kemari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja”
(Matius 22:12)
SEANDAINYA seorang gadis bertanya kepada kekasihnya, “Sayang apa buktinya kamu mencintai aku?” Sang kekasih pasti akan memutar otaknya untuk mendapatkan suatu bukti konkrit untuk pujaan hatinya. Namanya orang sedang jatuh cinta, biasanya akal menjadi lebih kreatif untuk menghasilkan bukti-bukti otentik seperti bunga mawar, atau nyanyian romantis atau bahkan tato nama sang kekasih.
Bagaimana dengan Tuhan? Apakah pernah kita berusaha untuk meyakinkan hati Tuhan bahwa kita benar-benar mencintai Dia? Apakah cinta kita akan Tuhan hanya sebatas perkataan belaka? Mari kita refleksikan diri kita. Apakah kita sering malas untuk datang ke Gereja? Apakah kita masih menyempatkan diri untuk berdoa di malam hari? Apakah kita menjaga pikiran, perkataan kita? Sahabat ImagoDei, memang kita adalah manusia yang lemah, yang sering salah ucap dan tidak berpikir panjang, seperti Yefta dalam bacaan pertama hari ini, tetapi Tuhan adalah Tuhan yang patut untuk kita cintai dan utamakan dalam hidup kita, oleh karena itu hendaklah kita berpantas diri dan menyiapkan diri agar kita layak untuk menjadi anak Tuhan yang sesungguhnya. [718]
Pantaskah aku menjadi anak Tuhan?
DOA(†)
Tuhan, ampuni aku apabila aku sering mengecewakan hatiMu. Amin(†)




