Sabtu, 10 Agustus 2013
Pesta S. Laurensius
2 Korintus 9:6-10
Mazmur 112:1-2,5-6,7-8,9
Yohanes 12:24-26
“... Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja....”
(Yohanes 12: 24)
SAYAbaru mendengar kesaksian dari teman saya. Dia bertemu dengan seorang pengusaha asal Belanda. Pengusaha tersebut mendadak ditawarkan sebuah bisnis oleh seseorang tanpa mengeluarkan modal namun tetap mendapat share keuntungan nantinya. Banyak orang di sekitarnya yang bilang kalau dia hoki beruntung sekali mendapat tawaran seperti itu. Sayangnya, tawaran tersebut bukan datang seperti mendapat ‘durian runtuh’. Beberapa tahun lalu, pengusaha ini pernah membantu istri dari penawar bisnis tersebut. Ketika sekarang mencari partner bisnis, beliau teringat dengan pengusaha Belanda yang baik dan jujur ini. Jadi ditawarkanlah padanya.
Saya belajar arti prinsip tabur tuai yang mungkin sering kita dengar. Ketika kita menabur sekarang, mungkin hasilnya butuh waktu tahunan seperti cerita di atas. Saya pernah sharing suatu informasi kepada teman saya. Namun saat itu dia menolak. Tapi setelah lewat setahun lebih, teman saya menghubungi saya untuk mengetahui informasi lebih lanjut. Hal yang unik yah? Kondisi ini juga bisa terjadi pada setiap sharing, tindakan, perkataan, semangat, pelayanan, atau bahkan senyuman yang kita berikan kepada orang-orang di sekitar kita. Mungkin saat itu terasa tidak ada gunanya atau tidak terlihat hasilnya. Namun, apabila kita sabar dan tetap tekun melakukannya, pasti seiring dengan waktu akan terlihat hasilnya. [AW]
Apakah saya sabar dalam menanti jawaban?
DOA(†)
Tuhan berikanlah saya kesabaran dalam menghadapi segala sesuatu.Amin(†)




