Jumat,2 Agustus2013
Imamat 23:1,4-11,15-16,27,34b-37
Mazmur 81:3-4,5-6ab, 10-11ab
Matius 13:54-58
“Seorang nabi dihormati dimana-mana, kecuali di tempat asalanya sendiri dan di rumahnya"
(Matius 13:57)
KUTIPAN injil di atas merupakan sepenggal kisah Tuhan Yesus yang ditolak. Yesus sudah biasa ditolak atau dihujat. Namun tidak ada yang lebih menyakitkan dari ditolak oleh lingkungan kaum kerabat-Nya sendiri. Kisah ini pun mungkin pernah kita alami dalam hidup kita, di mana keberadaan kita di suatu lingkungan pergaulan mungkin tidak diterima. Kita sering melihat di berita ada orang tua yang tega membuang anaknya yang baru saja dilahirkan. Sungguh suatu ironi, bahwa keluarga, kaum kerabat atau saudara yang seharusnya menjadi tempat berlindung, ternyata melakukan sesuatu yang kejam. Dunia ini terkadang tidak menjadi tempat yang tidak ramah untuk ditinggali, banyak orang harus mengalami penolakan, terusir dari keluarga dan bahkan menjadi pengungsi di negara lain karena keberadaannya tidak diakui oleh negara asalnya.
Kita mau belajar dari Tuhan Yesus yang tidak pernah mendendam dan tidak pernah membalas. Bahkan Ia menggunakan momentum penolakan ini untuk lebih lagi mewartakan kabar gembira. Penolakan tidak akan menghancurkan pribadi maupun pelayanan-Nya. Kita pun mau sama seperti Yesus, hal pahit yang kita alami tidak akan merusak pribadi kita namun justru semakin mengembangkan karakter kita menjadi karakter Kristus. [sTF]
Apakah aku pernah mengalami penolakan, atau justru aku pernah menolak orang lain?
DOA(†)
Tuhan Yesus, bantulah kami untuk menjadi serupa dengan-Mu.Amin(†)




