Selasa, 16 Juli 2013
Keluaran 2:1-15a
Mazmur 69:3,14,30-31,33-34
Matius 11:20-24
“Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya.”
(Matius 11:20)
TEMAN-teman, injil Matius hari ini kalau dibaca ulang mungkin akan terlihat sangat mengerikan karena kalau kita perhatikan kesan yang kita dapat adalah Yesus begitu kasar dan tajam sekali. Dia mengutuk kota-kota yang tidak bertobat, dimana di kota-kota tersebut Yesus banyak melakukan mukjizat-Nya. Hal tersebut memberikan peringatan keras bagi kita sendiri,. Dalam kehidupan kita sehari-hari, Yesus telah banyak mencurahkan berkat dan menunjukkan mukjizat-mukjizat-Nya, tetapi terkadang kita lupa bersyukur, malah banyak berbuat dosa. Kita seperti anak-anak yang tidak tahu terima kasih dan malah menyakiti hati orang yang menyayangi kita. Sebagai manusia, kita pasti kesal dan marah dengan orang tidak tahu terima kasih tersebut bukan? Nah, tentunya kita tidak ingin membuat Yesus marah dan mengutuk kita bukan?
Oleh karenanya, biarlah kita yang sudah mengalami mukjizat, kita lebih mendekatkan diri dan menjauhi dosa, agar berkat dan kasih sayang Allah mengalir dalam diri kita masing-masing. Yesus mengharapkan pertobatan dan keseriusan kita dalam menanggapi curahan kasih Allah. Biarlah saat Yesus berbicara, berkatlah yang mengalir, dan jangan sampai saat Yesus menatap teman-teman, Ia berkata "Celakalah engkau!" [AJH]
Berkat atau murka Allah yang kita inginkan?
DOA(†)
Tuhan, maafkan karena aku sering lupa bersyukur dan banyak berbuat dosa. Amin(†)




