Sabtu, 6 Juli 2013
S. Maria Goretti
Kejadian 27:1-5, 15-29
Mazmur 135:1-2,3-4,5-6
Matius 9:14–17
“Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
(Matius 9:14)
MARI kita lihat bacaan Injil hari ini, pada Matius 9:16. Kain yang belum susut akan merobek kain yang sudah susut. Supaya kain yang sudah susut tidak robek, penambal harus memakai kain yang sudah susut, atau menunggu kain yang belum susut menjadi susut. Pada Matius 9:17, anggur yang baru akan merusak kantong yang lama dan semuanya akan tumpah, supaya kantong lama tidak rusak, maka harus diisi anggur yang lama atau menunggu anggur baru menjadi lama. Atau kita harus mencari kantong baru untuk tempat anggur baru. Kita bisa simpulkan bahwa untuk mendapatkan keutuhan maka diperlukan kondisi yang sama/tepat dan seimbang.
Untuk mencapai perluasan dan keutuhan Gereja, berlaku hal yang sama. Coba bayangkan seandainya ada orang baru yang belum mengenal Kristus, tetapi mau datang ke Gereja. Apa yang kita lakukan? Apakah langsung diberi kotbah dengan intensitas tinggi? Langsung dikuak betapa buruk kehidupan lamanya? Langsung diajari kewajiban Gereja tidak boleh begini dan begitu? Mungkin orang itu tidak akan datang lagi dan hilanglah kesempatan untuk memperluas Kerajaan Allah. Kita harus belajar mengasihi, sabar, jeli melihat kondisi, belajar menyeimbangkan dan memelihara sekitar kita supaya Gereja terlihat sebagai sesuatu yang besar dan utuh dengan kemuliaan dan kasih Tuhan terpancar di Gereja.[Rock]
Sudahkah kita belajar menyeimbangkan?
DOA (†)
Tuhan, beri aku hikmat dan kekuatan untuk membantu memperluas dan memelihara Gereja-Mu. Amin(†)




