Kamis, 4 Juli 2013
Kejadian 22:1-19
Mazmur 116:1-2,3-4,5-6,8-9
Matius 9:1-8
“Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri–demikianlah firman Tuhan: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”
(Kejadian 22: 16)
ISHAKadalah anak yang dilahirkan oleh Sara pada masa tuanya dan merupakan keturunan yang sangat diharapkan oleh Abraham. (Kejadian 21:1-7) Namun apakah yang dilakukan Abraham ketika Bapa meminta putra kesayangannya itu untuk dijadikan korban bakaran? Abraham dengan tulus hati menyatakan kesediaannya sebagai bukti taat dan setia kepada Bapa.
Sadar bahwa segala yang dimiliki adalah anugrah pemberian Tuhan membuat kita perlu belajar untuk rendah hati mengorbankan sesuatu atau bahkan seseorang yang dicintai demi suatu kebaikan. Sanggupkah kita memberi waktu terbaik untuk saat teduh/doa bersama/persekutuan doa/misa di gereja? Mampukah kita mendukung pacar atau anggota keluarga untuk akfif dalam pelayanan di kebun anggur Tuhan? Relakah kita memberikan sebagian dari pendapatan kita untuk menyumbang bagi anak terlantar? Tentu hal tersebut butuh perjuangan. Ketaatan Abraham telah mendatangkan keselamatan bagi kita keturunannya.[ew]
Bagaimanakah dampak cinta dan pengorbanan kita bagi orang lain?
DOA (†)
Bapa, ampuni kami yang sering mempertahankan semua anugrah-Mu hanya demi kebahagiaan kami sendiri.Amin(†)




