Kamis, 27 Juni 2013
Kejadian 16:1-12,15-16
Mazmur 106:1-2,3-4a,4b-5
Matius 7:21-29
“Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”(Matius7:21)
KETIKAkita mengacuhkan nasihat orang tua untuk cuci tangan sebelum makan, maka yang akan sakit perut adalah kita, bukan orang tua kita. Sama seperti ketika Tuhan memberikan petunjuk, perintah, dan larangan kepada manusia yang bertujuan agar manusia memperoleh kebahagiaan dan keselamatan kekal. Ketika manusia lebih memilih untuk mengikuti keinginannya sendiri dan kemudian kehilangan keselamatan yang dijanjikan Tuhan, manusia tersebutlah yang lebih merasakan dampaknya, bukan Tuhan.
KetikaHagar kabur dari rumah Abram karena ditindas oleh Sarai, Malaikat Tuhan malah menyuruhnya kembali kepada Sarai (Kejadian15:6-9). Namun Hagar dengan rendah hati mendengar nasihat dari malaikat itu dan melakukannya. Hal ini akhirnya membuat Tuhan menepati janjiNya untuk memberikan keturunan kepadanya. Rencana Tuhan berbeda dengan rencana kita. Tuhan sudah mengetahui masa depan kita sehingga Ia bisa memberikan petunjuk supaya kita siap menghadapi hari esok. Mungkin saat ini kita belum mengerti,tetapi kita tidak boleh membatasi kuasa Tuhan dengan logika kita. “Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.” [VJs]
Apakah kita tetap melakukan sabda Tuhan walaupun tidak mengerti?
DOA (†)
Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendakMu. Amin(†)




