Sabtu, 22 Juni 2013
2 Korintus 12: 1-10
Mazmur 34:8-9,10-11,12-13
Matius 6:24-34
“Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”
(Matius 6:34)
PERAMAL dan ramalannya biasanya menjadi buah bibir masyarakat menjelang penghujung tahun. Berlawanan dengan tukang ramal, seorang psikiater kerap kali harus menolong orang yang memiliki trauma dengan masa lampau. Entah karena kecelakaan, pengalaman ataupun bahkan perkataan orang sekalipun. Nah, bagaimana dengan masa kini? Tampaknya kita sering melupakan tentang masa kini dan pusing dengan masa lalu dan masa yang akan datang, Kita mudah merasa terlecehkan, terlukai dan trauma atas kejadian yang menimpa kita, sehingga kita tidak bisa bekerja dengan baik. Sering juga kita pusing memikirkan bagaimana kita menghadapi masa depan, padahal pekerjaan atau pun sekolah kita di saat ini kita abaikan. Teman-teman sobat ImagoDei, apakah benar apabila kita bersikap seperti ini?
Sobat ImagoDei, apabila burung-burung di udara Tuhan pelihara, mengapa kita harus begitu khawatir akan hari depan. Apabila Tuhan mengaruniakan anakNya untuk menebus masa lalu kita yang kelam, mengapa kita harus terus menyesal dan bersedih. Apabila kita merasa lemah dan tak berdaya, bergembiralah sebab dalam kelemahan kita, kuasa Tuhan menjadi sempurna (2 Korintus 12:9). Jadi sobat imagoDei, masih khawatirkah Anda? [718]
Sudahkah aku percaya akan kasih Tuhan?
DOA (†)
Tuhan, aku percaya bahwa Engkau senantiasa memegang hidupku, aku serahkan semuanya kepadaMu.Amin(†)




