Kamis, 6 Juni2013
Tobit 6:10-11; 7:1,9-17; 8:4-9a
Mazmur 128:1-2,3,4-5
Markus 12:28b-34
DALAMbacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan mengenai hukum yang paling utama, yaitu kasih kepada Allah dan kepada sesama manusia. Bahkan dalam Injil Matius dikatakan bahwa pada hukum itu tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (Matius 22:40). Dalam kitab Ulangan 6 juga dikemukakan hal yang sama bahkan ditegaskan juga bahwa hukum yang paling utama ini harus diajarkan dan dibicarakan berulang-ulang, di tempatkan secara dekat dengan kita dan dilakukan dengan setia. Dengan kata lain Tuhan menghendaki hukum ini menjadi gaya hidup kita. Tuhan pun menjanjikan keadaan yang baik bagi yang setia dan taat menjalankan hukum ini.
Saya percaya kita semua menginginkan keadaan baik. Sekarang sanggupkah kita untuk menjadikan hukum yang paling utama ini menjadi gaya hidup kita? Hal ini tidaklah mudah dengan segala kesibukan dan tuntutan hidup masa kini dimana manusia mengutamakan hal-hal yang lain. Misalnya mengutamakan prestasi, karir, kekayaan, gengsi, kesenangan diri, pemikiran logika dan sebagainya. Tidak mudah untuk membalik cara berpikir kita dengan mencari dulu Kerajaan Allah dan semuanya itu akan ditambahkan kepada kita (Matius 6:33). Kita perlu berlatih mendisiplinkan diri, membuat jadwal untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Tuhan. Dengarkanlah kesaksian-kesaksian saudara-saudari kita pada acara kegiatan Rohani yang akan semakin menguatkan Iman kita bahwa jerih payah pengutamaan Tuhan tidak akan sia-sia. Saya percaya menjalankan hukum yang paling utama ini akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik.[Rock]
Sudahkah kita menjalankan hukum yang paling utama ini?
DOA (†)
Tuhan, ajar aku untuk menjadikan hukum yang paling utama dari Engkau sebagai gaya hidupku. Amin(†)




