Rabu, 5 Juni 2013
S. Bonifacius
Tobit 3 : 1-11a, 16-17a
Mazmur 25: 2-9
Markus 12 : 18-27
“Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kau ingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. Tuhan itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.”
(Mazmur 25: 7-9)
TEMAN-teman, setiap hari kita tidak pernah lupa memohon berkat Tuhan untuk mengabulkan setiap keinginan dan impian kita. Namun, kapankah terakhir kalinya kita bersujud untuk mengakui kesalahan kita dengan tulus dihadapan Tuhan? Kapan terakhir kali kita menghadap Romo sebagai wali Kristus untuk menerima Sakramen Pertobatan? Lihatlah bagaimana Daud, Raja yang besar pada eranya bersujud mohon ampun dan perlindungan dari Bapa seperti kutipan ayat di atas.
Mari saat ini kita ambil waktu hening, merenung, dan mengakui setiap kesalahan sekecil sampai sebesar apapun kepada-Nya. Ada di antara kita yang mungkin memiliki beban berat, dan merasa tidak pantas, namun inilah saatnya membuka diri dan masuk pada kerahiman Ilahi. [ew]
Beranikah kita dengan rendah hati mohon ampun?
DOA (†)
Tuhan kiranya Engkau berkenan mengampuni kami.Amin(†)




