Selasa, 4 Juni 2013
SP Maria, Ratu Para Rasul
Tobit 2 : 9-14
Mazmur 112: 1-2, 7-9
Markus 12 : 13-17
“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”
(Markus 12 : 17)
YESUS adalah Putra Allah, namun dengan rendah hati Ia mengatakanayat di atas. Yesus tidak menganggap status istimewa-Nyasebagai alasan untuk bertindak semaunya. Hari ini kita merayakan Santa Perawan Maria sebagai Ratu Para Rasul. Devosi kepada Bunda Maria Ratu Para Rasul merupakan salah satu devosi tertua dalam GerejaKatolik. Bunda Maria tidak menganggap keistimewaan sebagai Ibu Yesus sebagai keuntungan pribadi, sebaliknya Maria memberikan Yesus kepada dunia dan bersama Yesus datang memberikan rahmat, dan bahkan setelah Yesus wafat pun Maria memulai perutusannya sebagai Ratu para rasul. Ia mengumpulkan para rasul, menghibur, dan bersatu dalamdoasehingga menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta.
Bagaimanakah dengan kita? Tentu kita sering membaca berita di media massa bahwa rakyat protes atas ketidakadilan yang terjadi di negara kita karena otoritas dapat menjadikan seseorang “kebal hukum”. Apakah kita juga pernah menyalahgunakan status, kekuasaan dan jabatan untuk kepentingan pribadi, ataupun orang terdekat? Jika semua orang bertindak semaunya karena merasa berkuasa, bagaimanakah nasib bangsa ini??[ew]
Sudahkah kita bersikap seperti Yesus dan Bunda Maria?
DOA (†)
Yesus, ajar kami rendah hati seperti-Mu.Amin(†)




