Selasa, 23 April 2013
Kisah Para Rasul 11:19-26
Mazmur 87:1-3,4-5,6-7
Yohanes 10:22-30
“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku”
(Yohanes 10:27)
BUKANLAHhal yang aneh apabila kita melihat itik, domba ataupun kerbau berbaris rapi berjalan mengikuti gembala mereka, atapun melihat anjing gembala yang dapat mengatur barisan domba. Bahkan beberapa satwa dikenal memiliki kemampuan istimewa, misalnya anjing yang terkenal kesetiannya. Walapun demikian, tidak mungkin apabila seekor itik ataupun kuda dapat begitu sajah mengikuti arahan dari gembalanya apabila tidak dilatih terlebih dahulu, seberapapun jinaknya naluri mereka. Ada banyak usaha dan latihan yang dilakukan oleh si gembala dalam mengarahkan para satwa ini, dan si gembala percaya bahwa potensi tersebut dapat dikembangkan.
Mengambil analogi yang sama, Allah melihat kita manusia sebagai ciptaanNya yang berpotensi dan memiliki naluri untuk mencintai dan dicintai, baik dengan Allah dan dengan sesamanya. Allah tentu melihat bahwa manusia perlu dilatih, diarahkan dan diberi contoh, Allah senantiasa berusaha mengarahkan kita, dan puncak dari kerinduan Allah ini tertuang saat Ia mengorbankan anakNya yang tunggal untuk menebus dosa kita. Teman-teman, Allah begitu rindu untuk datang kepada kita untuk mengajari kita apa arti cinta yang sesungguhnya. Terimalah kerinduan Allah itu dan hendaklah kita belajar dari sang Gembala yang baik. [718]
Sudahkah kita percaya kepada Allah sebagai gembala kita?
DOA(†)
Tuhan, terima kasih untuk cinta-Mu. Bantu kami untuk selalu menjadi anak kesayangan-Mu.Amin(†)




