Senin, 22 April2013
Kisah Para Rasul 11:19-26
Mazmur 87:1-3,4-5,6-7
Yohanes 10:1-10
“Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal”
(Yohanes 10:5)
ADA seorang imam yang pernah bercerita kepada saya mengenai pengalamannya saat pergi ke Israel. Saat itu ia sedang mengamati pemandangan yang begitu indah. Dari atas bukit, ia melihat ada seorang gembala yang membawa kawanan dombanya. Gembala itu kemudian berhenti di bawah sebuah pohon dan domba-dombanya ia taruh di padang rumput untuk makan. Rupanya si gembala ini sedang menunggu temannya untuk makan siang. Tak lama kemudian, datanglah dua orang gembala yang masing-masing membawa kawanan dombanya dan mereka juga menaruh kawanan domba-dombanya di padang rumput yang sama. Kini ada tiga kawanan domba yang sedang makan bersama dan beristirahat. Mereka terlihat berbaur bersama. Setelah para gembala ini selesai menyantap makanannya, gembala yang pertama berdiri dan bersiul memanggil kawanan dombanya. Tiba-tiba saja beberapa ekor domba yang memang adalah milik si gembala itu berdiri dan berjalan beriringan menuju si gembala. Dua kawanan lainnya masih asyik beristirahat dan menikmati rumput.
Sungguh luar biasa seperti yang Yesus katakan dalam Injil hari ini. Domba mengenal suara gembalanya. Sudah sepatutnya kita mengenal suara Tuhan. Cara agar kita peka terhadap suara-Nya adalah dengan berdoa dan rajin membaca kitab suci. Dengan demikian kita tahu apa yang menjadi isi hati Tuhan, apa saja janji-Nya, perintah-Nya bahkan larangan-Nya. [718]
Sudahkah kita peka terhadap suara bimbingan Tuhan?
DOA (†)
Tuhan, ajar kami agar peka terhadap suara-Mu.Amin(†)




