Minggu, 21 April 2013
HARI MINGGU PANGGILAN
Kisah Para Rasul 13:14,43-52
Mazmur 100:2,3,5
Yohanes 10:27-30
HARIini Gereja Katolik di seluruh dunia merayakan hari Minggu Panggilan. “Panggilan” dalam perayaan ini identik dengan ‘Panggilan Hidup Melayani’ lewat tahbisan Imamat dan hidup bhakti, sebagaimana Pastor, dan Suster dan Bruder! Namun, satu hal yang perlu kita ingat adalah setiap kita pun dipanggil untuk melayani, baik lewat pentahbisan maupun awam, dalam hidup bhakti maupun hidup berkeluarga. Melayani dapat kita lakukan kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. Melayani di sini untuk dan demi Kerajaan Surga, melayani untuk ber-evangelisasi. Lebih-lebih saat ini jumlah kaum muda katolik yang menanggapi panggilan imamat dan hidup bhakti semakin menurun.
Mungkin tidak semua orang diberi rahmat khusus seperti Mother Theresa yang bisa melayani orang-orang kumuh, kusta, dan sekarat, tetapi kita semua dipanggil untuk melayani dari hal-hal yang paling kecil, demi Kerajaan Surga.Sama halnya dengan pelayanan di gereja atau persekutuan doa. Pelayanan identik dengan mereka yang melayani dilihat oleh banyak orang seperti pemimpin pujian, singers atau koor, lektor, pewarta, dan lain-lain. Padahal membereskan kursi, kabel, mengumpulkan sampah setelah acara selesai juga disebut dengan pelayanan. Namun, di sini dan Minggu ini, Gereja berdoa bagi generasi muda agar terpanggil untuk menjadi Imam. Semakin banyak imam, maka semakin banyak umat yang dapat dilayani dengan baik. Semakin banyak imam dan umat yang dilayani dengan baik, maka Gereja akan semakin siap menabur benih iman akanKristus. [tj]
Sudahkah kita melayani dengan tulus hati mulai dari hal-hal yang paling kecil?
DOA(†)
Tuhan, ajar kami untuk dapat melayani siapa pun yang kami jumpai dengan penuh ketulusan hati. Amin(†)




