Rabu, 20 April2013
Kisah Para Rasul 9:31-42
Mazmur 116:12-13,14-15,16-17
Yohanes 6:60-69
“Tuhan kepada siapa kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal”
(Yohanes 6:68:8)
KUTIPAN injil di atas adalah ucapan dari Petrus sebagai tanggapan dari tantangan yang Tuhan Yesus ajukan kepada para murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” . Kalau kita baca secara keseluruhan perikop tersebut maka kita akan menemukan perkataan Yesus yang sangat keras. Mengapa Yesus melakukan demikian? Semua berawal dari pengajaran Yesus mengenai Roti yang turun dari sorga yaitu diri-Nya sendiri. Pada saat itu pertentangan terjadi, bagaimana mungkin Yesus dapat memberikan tubuh-Nya untuk dapat dimakan dan memberi kehidupan. Dari situ banyak murid-murid yang lain akhirnya meninggalkan Yesus. Yesus malah juga menantang para rasul-Nya dengan bertanya apakah mereka tidak mau pergi juga? Yesus tidak menarik pengajaran-Nya, tidak merevisi apa yang sudah Ia ucapkan bahkan Yesus tidak berusaha agar mereka yang meninggalkan Dia untuk kembali.
Firman-Nya sungguh hidup, bagi Yesus kebenaran harus utuh dan sejati. Dia tidak bisa menyangkal diri-Nya sendiri bahwa Dia adalah Firman Allah yang hidup. Sekarang bagaimana dengan kita? Adakah kita ragu dengan firman-Nya? Ataukah kita mau sibuk dengan berbagai pertentangan? Konsekuensinya jelas, kalau kita mau menerima kehidupan, kita harus juga mau diajar oleh firman yang hidup yaitu Yesus sendiri. [sTF]
Apakah aku sungguh percaya bahwa firman-Nya adalah kehidupan?
DOA (†)
Tuhan Yesus, bantulah kami untuk percaya kepada-Mu tanpa syarat, karena perkataan-Mu adalah hidup yang kekal. Amin(†)




