Jumat, 19 April 2013
Kisah Para Rasul 9:1-20
Mazmur 117:1,2
Yohanes 6:52-59
SERINGKALImanusia mengasihi orang lain karena kelebihan yang dimiliki, menghormati orang karena kedudukannya, dan memilih teman yang membuat merasa aman. Namun sebaliknya dengan Yesus; Iamengasihi karena segala kekurangan dan keterbatasandiri kita, Ia menghargai kita sebagai anak-anak terkasih-Nya, dan Ia memilih seseorang sekalipun orang tersebut membenci-Nya.
Cinta-Nya telah mengubah hidup Saulus, pembunuh murid-murid Tuhan dan menjadikannya bagian dari murid Yesus. (Kisah Para Rasul 9:1–20)Jika Yesus tidak memiliki kasih yang tulus, dan Ia memilih untuk menghukum Saulus, maka tidak akan pernah ada Rasul Paulus yang berkobar-kobar mewartakan jalan kebenaran Tuhan dan menuliskannya dalam Kisah Para Rasul.
Pernahkah menyadari bahwa begitu banyak “Saulus”yang kita jumpai dalam pergaulan? Mereka itu adalah : Teman yang menyangkal Tuhan, dan meninggalkan gereja; kerabat yang hidup dalam pergaulan bebas, narkoba, kekerasan, penipuan; kenalan yang menjadi provokator perpecahan SARA di tengah masyarakat, dan sebagainya. Mari kita sapa mereka dengan kasih Kristus, karena hanya kasih Kristuslah yang sanggup mengubah mereka. Sanggupkah kita menyapa “Saulus”masa kini dengan kasih Yesus sehingga mereka diselamatkan dan dapat menjadi saksi keselamatan, sebagai ‘Paulus Masa Kini’ ? [ew]
Sanggupkah kita menyapa “Saulus”masa kini dengan kasih Yesus sehingga mereka diselamatkan dan dapat menjadi saksi-Nya ?
DOA (†)
Tuhan Yesus, kami mohon ampun karena lebih mudah menghakimi, dan menjauhiorang lain yang berbuat dosadaripada membawa mereka kepada-Mu. Amin(†)




