Kamis, 18 April2013
Kisah Para Rasul 8:26-40
Mazmur 66:8-9,16-17,20
Yohanes 6:44-51
“Jawabnya: ‘Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbingaku?’ Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya”
(Kisah Para Rasul 8:31)
“TANYAnggak ya?” Percaya atau tidak, tidak semua orang dapat dengan mudahnya bertanya kepada orang lain. Ada orang yang merasa canggung ataupun gengsi, walaupun sebenarnya ia tidak tahu. Baginya lebih baik berpura-pura tahu atau menghindar saja, daripada menanggung malu.
Sebenarnya apakah bertanya itu suatu perkara yang besar sekali? Apakah dengan bertanya kita merendahkan harga diri dan martabat kita? Apakah dengan bertanya kita terlihat begitu tidak berdaya? Menurut saya kita tidak perlu memikirkan hal ini, karena fakta dasar yang berbicara ialah bahwa kita memang tidak tahu. Pada Injil hari ini dikisahkan bagaimana seorang sida-sida Etiopia dihampiri oleh Rasul Filipus, yang diberi hikmat oleh Roh Kudus untuk bertanya kepada sang sida-sida. Cukup menakjubkan,bahwa sang Sida-Sida, dengan segala kedudukan, kekuasaannya dan pengetahuannya, secara jujur menjawab bahwa ia tidak tahu dan ia meminta bantuan Filipus untuk menjelaskan isi kitab yang ia baca, sehingga pada akhirnya ia mendapatkan penerangan dan diselamatkan melalui pembaptisan. Teman-teman, apabila engkau bingung ataupun tidak tahu akan suatu hal, simpan segala ketakutan dan gengsimu dan mulailah bertanya kepada orang lain dan berdoa mohon petunjuk.[718]
Sudahkah kita berani bertanya dengan penuh lapang dada?
DOA (†)
Tuhan, ajar aku agar dapat rendah hati dan mau belajar dari orang lain, karena aku adalah manusia yang sangat terbatas. Amin(†)




