Selasa, 26 Maret 2013
Yesaya 49:1-6
Mazmur 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17
Yohanes 13:21-33,36-38
" Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.”
(Mazmur 71:5)
PERNAHmerasakan apa yang selama ini kita kerjakan sepertinya sia-sia saja?Sudah belajar dengan tekun tetapi tetap saja tidak lulus ujian? Sudah bekerja dengan sungguh-sungguh namun tidak naik jabatan atau gaji? Atau sudah berdoa terus-menerus namun permintaan kita tidak dikabulkan? Tentu saja wajar jika kita merasa kecewa dan putus asa. Nabi Yesayapun pernah berkata, “...Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna...” (Yesaya 49:4). Yesuspun pernah mengalaminya. Para Rasul dan murid-murid yang telah mengikuti-Nya dan mendengarkan ajaran-ajaran-Nya selama bertahun-tahun masih belum dapat mengerti dan melaksanakan kehendak Yesus. Yudas Iskariot menyerahkan Yesus (Yohanes 13:21) dan Petrus mengkhianati Yesus tiga kali (Yohanes 13:38).
Kekecewaan tidak bisa dihindari dalam hidup kita, karena setiap orang mempunyai kehendak dan harapannya masing-masing. Kita beruntung karena Tuhan tidak melihat hasil tetapi melihat hati. Kita harus berharap, berusaha, dan berdoa berlandaskan janji Tuhan. Hari ini Tuhan berjanji "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." (Yesaya 49:3) bahkan Ia menambahkan “...Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi” (Yesaya 49:6). [VJs]
Apakah kekecewaan masih sering membuat kita berhenti berusaha?
DOA(†)
Tuhan, semoga kekecewaan yang aku alami tidak melemahkan imanku kepada-Mu. Amin(†)




