Jumat, 22 Maret 2013
Yeremia 20:10-13
Mazmur 18:2-3a,3bc-4,5-6,7
Yohanes 10:31-42
“Jika aku tidak melakukan pekerjaan-perkerjaan Bapa-ku, janganlah percaya kepadaKu”
(Yohanes10:37)
SERINGkita melihat anak-anak yang gerak-gerik dan perilakunya mirip salah satu atau kedua orang tuanya, dan kemiripan ini terkadang sangat detil dan spesifik, entah cara makan, cara tidur ataupun cara “ngambek”. Baru-baru ini saya bertemu dengan seorang sahabat yang menceritakan tentang kebiasaan anaknya yang baru berumur tiga tahun, yang rupanya hobi mengelupas pembungkus kulit kursi, anehnya dia sendiri juga memiliki “hobby” yang sama. Sementara saya juga melihat bagaimana adik saya memiliki gaya berjalan yang sama dengan ayah saya. Bagaimana dengan teman-teman? Adakah kebiasaan-kebiasaan orang tua yang diturunkan kepada kita? Coba telusuri dan perhatikan, pasti ada kebiasaan orang tua kita yang nyantol.
Nah,pertanyaan berikutnya, apakah kita memiliki kebiasaan kebiasaan dari Allah Bapa. Sudahkah kita menjadi pribadi yang mengasihi, sabar dan murah hati. Sudahkah kita bersikap tegas dan membela orang yang tertindas. Sebagai anak Allah yang sudah berjanji untuk mengimani Kristus sebagai terang dan juruselamat, sudah layak dan sepantasnyalah kita memancarkan gambaran dan kebiasaan-kebiasaan juruselamat kita, agar setiap orang kenal dan melihat kita dapat merasakan kasih Tuhan yang terpacar dari dalam diri kita. [718]
Sudahkah kita bersikap sebagaimana selayaknya anak Allah?
DOA(†)
Tuhan, Aku mau mengubah prilaku dan pikiranku agar menjadi serupa dengan kasihMu. Amin(†)




