Sabtu, 16 Maret 2013
Yeremia 11:18-20
Mazmur 7:2-3,9bc-10,11-12
Yohanes 7:40-53
APAKAH teman-teman pernah tidak suka dengan seseorang?Jika ya, apakah penilaian Anda terhadap sesuatu atau apa saja yang berhubungan dengan orang tersebut dipengaruhi rasa benci? Sesungguhnya keputusan atau pilihan-pilihan kita seringkali dipengaruhi oleh ketidaksukaan kita terhadap orang lain. Kita sulit mengakui kebaikan dan kebenaran yang ada dalam diri orang-orang yang berseberangan dengan kita. Bahkan tidak jarang, kita mati-matian menolaknya sekalipun hati nurani kita mengatakan bahwa dia benar! Itulah sikap yang menghalangi para pemimpin Yahudi tidak mengalami kebenaran dan kasih Allah.
Dalam hidup sehari-hari, kita sering mengalami kegagalan untuk melihat dan mengalami kebenaran dan kasih Allah yang dikerjakan Allah dalam diri orang-orang yang diutus kepada kita. Kita menghakimi kelemahan manusiawi mereka dan bersikap seperti orang Yahudi. Jika ingin mengalami kebenaran dan kasih Allah yang dikerjakan oleh Allah dalam diri orang-orang yang diutus kepada kita, kita hendaknya berani menyingkirkan kebencian terhadap mereka. Kita hendaknya memiliki keberanian seperti Nikodemus yang berani melawan arus kebencian terhadap Yesus. Dia memilih untuk lebih mencintai kebenaran dan kasih Allah yang dilihatnya dalam diri Yesus. [AJH]
Apakah kita berani bersikap seperti yang dilakukan oleh Nikodemus?
DOA(†)
Tuhan, ajarkan aku untuk dapat objektif dalam bersikap. Amin(†)




