Selasa, 26 Februari 2013
Yesaya 1:10, 16-20
Mazmur 50:8-9,16bc-17,21,23
Matius 23:1-12
PAK Markus adalah seorang guru yang sangat sederhana. Ia memenangkan sebuah tiket perjalanan ke luar negeri. Betapa senang hati Pak Markus, karena baru pertama kalinya dia bisa naik pesawat terbang sambil mengajak sang istri. Setelah duduk di pesawat, sebuah insiden terjadi. Seorang ibu, dengan dandanan dan aksesoris yang sangat wuahhh dan pastinya mahal harganya memarahi Pak Markus karena nomor bangku si Ibu itu telah diduduki oleh Pak Markus, kemarahan si Ibu membuat seluruh isi pesawat menjadi heran. Pak Markus pun heran, karena nomor bangku yang dia punya pun sama dan telah sesuai dengan yang tertera pada tiket yang ia miliki. Namun karena kebaikan dan kerendahan hatinya, Pak Markus tetap mempersilahkan ibu itu untuk menempati bangkunya. Melihat hal ini, seorang pramugari senior mengambil inisiatif untuk mencarikan bangku kosong bagi Pak Markus. Dan alhasil, bangku kosong yang tersedia hanya di kelas bussiness. Akhirnya semakin lengkaplah liburan Pak Markus dan istrinya, karena selama perjalanan ke tempat tujuan, mereka diperbolehkan duduk di kelas bussiness dan menikmati semua fasilitas yang ada. Dan bagaimana nasib si Ibu tadi, tentu saja dia sangat kesal sekali, karena nasibnya berakhir di kelas ekonomi.
Pesan yang disampaikan cerita di atas, sama seperti yang ingin Yesus sampaikan : “Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan” (Matius 23:12). [non]
Apakah aku masih merasa diri yang ‘paling tinggi, paling hebat, paling benar’ di antara sesama ku?
DOA(†)
Tuhan, aku mau belajar memiliki kerendahan hati yang tulus seperti hati-Mu. Amin(†)




