Sabtu, 16 Februari 2013
Yesaya 58:9b-14
Mazmur 86:1-2,2-4,5-6
Lukas 5: 27-32
“APA gunanya sih mengikuti Tuhan? Bisakah langsung instan menjadi “malaikat”?Kenapa iri hati, cemas, dan tidak sabar pun terkadang masih ada di hari-hariku ya?” Dari pengalamanku, hidup memang tidak menjadi lebih mudah, tapi alangkah senangnya jika mengetahui bahwa ada seseorang sahabat yang dapat diandalkan dan mencintai kita apa adanya, sehingga masalah yang berat pun terasa lebih ringan. Ia pun berjanji akan memberikan kelegaan dalam hidup kita seperti tertulis “TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.”(Yesaya 58:11).
Di bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk mengikuti Dia seperti Ia juga memanggil si pemungut cukai. Kalau kita mau mengikuti Dia, berarti kita siap tinggalkan semua yang membebani kita termasuk hal-hal buruk yang pernah terjadi dalam hidup kita dan juga sifat-sifat buruk dalam diri kita, segala kekhawatiran dan ketakutan. Ajakan ini semakin kuat , terutama di masa prapaskah ini. Biarkan hari demi hari kita mempunyai satu sifat yang dibuang dan satu janji kita untuk menjadi semakin serupa dengan Allah. [AJH]
Sudah siapkah kita membersihkan hati dan pikiran untuk berani menjawab panggilan-Nya?
DOA(†)
Tuhan, semoga aku mampu dan berani meninggalkan yang buruk untuk dapat mengikuti-Mu. Amin(†)




