Sabtu, 26 Januari 2013
2 Timotius 1:1-8 / Titus 1:1-5
Mazmur 96:1-2a, 2b-3,7-8a,10
Markus 3:20-21 / Lukas 10:1-9
TEMAN,saat ini dunia sudah dimasuki oleh pikiran-pikiran iblis. Hal-hal yang jaman dahulu dianggap “gila”, sekarang malah dianggap keren. Berapa banyak orang yang menganggap dirinya “keren” kalau bisa naik motor tanpa memakai helm, bisa nerobos lampu merah, atau mengendarai kendaraan di jalur yang berlawanan arah? Berapa banyak orang pula yang bangga jika bisa membolos kerja atau sekolah tanpa ketahuan? Sebaliknya, segala hal yang berhubungan dengan melakukan perintah Tuhan dianggap memalukan dan tidak keren. Yesuspun mengalami hal ini. Ketika Dia dan para murid melayani orang-orang yang terus berdatangan, mereka malah dikatakan tidak waras (Markus 3:20).
Hari ini kita memperingati Santo Titus dan Santo Timotius. Mereka juga hidup dalam jaman dimana aliran sesat mulai berkembang dan terjadi perubahan kebudayaan dan cara kehidupan yang bertentangan dengan ajaran Kristiani. Bersama Paulus, mereka mewartakan Injil ke daerah-daerah. Setelah Paulus dilepaskan dari penjara, ia mengangkat Timotius dan Titus menjadi Uskup. Paulus mengingatkan Timotius, “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita..., melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.” (2 Timotius 1:8). Seperti Tuhan yang telah memilih Titus dan Timotius untuk memberitakan kebenaran Injil, kitapun diutus ke seluruh penjuru dunia “...berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta” (Titus 1:2). [VJs]
Apakah aku lebih sering ikut dalam kebiasaan duniawi daripada berpegang teguh pada ajaran Gereja?
DOA(†)
Tuhan, aku mau belajar untuk menjadi taat pada ajaran-Mu. Amin(†)




