Selasa, 22 Januari 2012
Ibrani 6:10-20
Mazmur 111:1-2,4-5,9,10c
Markus 2:23-28
“Tetapi kami ingin supaya kamu masing-masing menunjukan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.”
(Ibrani 6:11)
TWITTER©tampaknya sudah menjadi suatu metode komunikasi yang paling keren. Melalui media ini kita dapat “berkicau”(tweeting) ide, pikiran, pandangan, ataupun selentingan kepada orang-orang yang “mengikuti” (follow) tweet kita, demikian juga sebaliknya. Cukup mengasyikan memang untuk mengikuti tweet dari para figur terkenal seperti selebritis, bahkan Paus Benediktus XVI pun memiliki twitter, rasanya kita seperti dekat dengan para figure ini. “Ah, andai Tuhan Yesus punya twitter!”
Seiring dengan semakin terkoneksinya kita dengan berbagai pribadi, terkadang kita dapat kehilangan arah karena begitu banyaknya pandangan, komentar bahkan hujatan, dan sebagian besar tidak dapat dipertanggung jawabkan validitasnya. Saya pernah mendengar ada seorang anak muda yang bunuh diri karena dirinya dikecam lewat twitter, rasanya tragis sekali teman-teman.
Teman-teman, walaupun dunia ini semakin sesak dengan figure-figur duniawi, hendaknya kita tidak lupa bahwa pengharapan kita hanya terletak pada Tuhan Yesus. Dia adalah cinta sejati yang tidak pernah menghakimi kita, karena Ia rela mati bagi kita. [718]
Apakah aku tetap berharap kepada Tuhan atau kepada pribadi lain?
DOA(†)
Tuhan, kuatkan imanku dan biarlah aku tetap menemukan Engkau didalan setiap langkah hidupku. Amin(†)




