Rabu, 16 Januari 2013
Ibrani 2:14-18
Mazmur 105:1-2,3-4,6-7,8-9
Markus 1:29-39
DIbenak saya seringkali terbersit “Mana mungkin Tuhan akan mengabulkan doa seseorang yang sudah banyak melakukan kesalahan! Pasti Ia lebih mendengarkan orang-orang yg beriman dan hidup dekat dengan Dia” Namun saya baru sadar bahwa ketakutan-ketakutan dan asumsi buruk itu justru akan membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Dan lama kelamaan kita semakin terpuruk ke dalam jurang yang lebih dalam lagi.
Teman-teman kita ini termasuk keturunan Abraham yang lebih dikasihani oleh Allah. Ia mengerti bahwa kita pun tidak luput dari pencobaan dan bisa terjatuh dalam dosa. Namun, Yesus sangat mencintai dan mengasihani kita. Yesus dengan darah-Nya telah menebus dosa kita dan mengantar kita keluar dari pencobaan-pencobaan. Mengapa kita tidak membuka hati dan menyerahkan semua kekurangan kita kepada-Nya walaupun kita merasa bersalah. Yesus sanggup menolong kita keluar dari masalah-masalah atau penyakit kita. Terlebih lagi, Ia dapat menuntun kita dari jalan yang salah ke jalan yang benar, asalkan kita mencari Dia, percaya, dan selalu berharap pada-Nya. [AJH]
Apakah aku masih memiliki paradigma yang salah dalam percaya dan berdoa kepada Yesus?
DOA(†)
Tuhan, ajar aku selalu berharap dan percaya kepada-Mu, Allah Penyembuh dan Penolong . Amin(†)




