Kamis, 10 Januari 2013
1 Yohanes 4:19-5:4
Mazmur 72:1-2,14,15bc,17
Lukas 4:14-22a
“... karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.”
(1 Yohanes 4:20)
KETIKAdokter menyatakan bahwa saya harus diopname karena suatu penyakit, saya sangat tercengang. Bagaimana tidak? Itu berarti menggangu aktivitas saya dan saya harus mengulang mata kuliah saya selama satu bulan lagi. Saya sempat bertanya kepada Tuhan, mengapa saya harus mengalami tantangan ini. Akhirnya Tuhan membukakan mata saya melalui sharing orang-orang di sekitar saya. Saya belajar bahwa Tuhan sedang mendidik saya untuk belajar bersyukur dalam segala hal dan mengasihi diri sendiri.
Dulu saya pernah berdoa bagaimana cara mengasihi Tuhan dan doa saya terjawab. Tuhan ajarkan bahwa pertama-tama kita mengasihi diri sendiri. Ketika saya bisa mengasihi diri sendiri dan senantiasa bersyukur maka kita baru bisa mengasihi orang lain dan Tuhan.
Seringkali kita suka mengeluh kepada Tuhan tentang kondisi fisik kita. Kenapa kulit saya tidak putih, kenapa muka saya berjerawat, kenapa badan saya pendek, dll. Saya belajar untuk menerima kondisi fisik saya dan belajar untuk selalu menjaga apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Caranya bagaimana? Dengan menjaga kesehatan dan ‘kebersihan’ tubuh kita. Dengan demikian tubuh kita menjadi layak untuk menerima berkat dan kasih dari Tuhan, dan untuk memberkati sesama kita. [AW]
Apakah saya sudah bersyukur dan mengasihi diri sendiri?
DOA(†)
Terima kasih Tuhan karena sudah memberikan saya tubuh yang baik adanya.Amin(†)




