Senin, 24 Desember 2012
2 Samuel 7: 1-5, 8b-12,16
Mazmur 89: 2-3, 4-5, 27,29
Lukas 1 67-79
SHALOM, teman-teman ketika kita dirundung masalah, apa yang pasti akan kita pinta kepada Tuhan di dalam setiap doa-doa kita? Tentu bimbingan dan penerangan di dalam kabut gelap masalah kita. Tapi terkadang kita merasa bahwa bagaimana kita memohon dan berdoa, namun penerangan dalam masalah tersebut tidaklah kunjung tiba. Apakah kita sadar mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Diilustrasikan sebagai sebuah senter. Dapatkah senter menerangi jalan kita di waktu gelap? Tentu bisa bukan? Namun ketika kita berada dalam gelap namun kita tidak menyalakan senternya,dapatkah jalan kita menjadi terang? Dapatkah dengan sendirinya senter tersebut memberikan penerangan terhadap kegelapan?
Hasil refleksi tersebut tercermin pula dalam kehidupan rohani kita. Apakah karena kita merasa bahwa kita merupakan anak-anak Allah, kita pasti akan selalu menerima penerangan dikala “gelap”? Apakah kita siap untuk diterangi oleh Tuhan kita? Memang kita merupakan anak-anak Allah namun jika kita tidak siap diri dengan taat dan membuka hati, jiwa, akal budi, dan raga kita kepada Allah, apakah kita dengan serta merta akan diberikan penerangan?
Sama seperti senter, dengan memilikinya namun tidak mempersiapkan diri dengan baterai, dan dengan cara menyalakannya, apakah akan secara langsung dapat menerangi jalan kita?God Bless Guys! [Tmy]
Di saat aku merasa sulit, apakah aku senantiasa mencari Yesus, sumber terang sejati?
DOA (†)
Yesus, bantulah aku mempersiapkan diri menjadi anak-Mu yang mau taatdan mau membuka hati kepada-Mu. Amin(†)




