Kamis, 20 Desember 2012
Yesaya 7:10-14
Mazmur 24:1-2,3-4ab,5-6 Lukas 1:26-38
TIDAK terasa ya sudah hampir Natal. Kalau kita pergi ke mall, kita akan melihat hiasan yang gemerlap lengkap dengan lagu-lagu Natal yang terdengar di telinga kita. Begitu juga kalau kita pergi ke rumah saudara atau kerabat kita, banyak yang sudah mempersiapkan pohon Natal atau gua Natal yang indah lengkap pula dengan kue-kue khas natal yang menggoda selera.
Semua ini tidak salah untuk kita lakukan, karena kelahiran Tuhan Yesus memang membawa sukacita yang besar. Namun hari ini kita mau merenungkan makna natal yang lebih dalam. Peristiwa natal pertama yang terjadi kurang lebih 2000 tahun lalu sangat jauh dari suasana heboh atau gemerlap, justru sebaliknya...sangat sederhana dan terkesan biasa saja. Semua dimulai ketika malaikat Gabriel mengunjungi Bunda Maria dan menyatakan ia adalah yang dikaruniai. Segalanya berasal dari karunia Allah, oleh sebab itu Bapa mengutus Putera-Nya untuk membebaskan manusia dari dosa, sehingga manusia mendapat harapan baru akan masa depan yang cerah. Masa depan dalam kehidupan ini maupun masa depan akan hidup kekal bersama Allah. Inilah makna natal yang sejati.
Marilah kita mempersiapkan natal dengan cara yang bersahaja namun penuh syukur karena Yesus Kristus sang Imanuel bersedia datang menjadi sahabat dan penolong kita, dengan cara mempersiapkan palungan hati kita agar layak menerima kembali kelahiran Kristus dalam hidup kita. [sTF]
Apakah aku sudah sungguh mempersiapkan kedatangan Tuhan?
DOA(†)
YaYesus datanglah dalam hati kami dan lahirlah kembali dalam hidup kami, agar kami senatisa diperbaharui dalam-Mu. Amin(†)




