Senin, 19 November 2012
Wahyu1:1-4; 2:1-5a
Mazmur1:1-2,3,4,6
Lukas18:35-43
PERNAH satu kali kelas saya ditanya,”Siapa yang sudah membaca isi kitab Wahyu?” mayoritas dari teman-teman menjawab belum. Hal yang mengagetkan saya adalah alasan yang dilontarkan sama, yaitu mereka semua merasa takut membacanya karena isi dari Wahyu kebanyakan hal yang seram-seram.
Memang isi dari kitab ini menceritakan suasana bumi yang sangat mencekam, seolah-olah sudah tidak ada jalan keluar lagi selain kematian. Tetapi kita sebagai pilihan-Nya seharusnya tidak takut dengan kitab ini, malah justru semakin percaya kalau kita PASTI diselamatkan. Karena ada tertulis dalam Matius13:24-30, dimana akhirnya gandum dan ilalang tidak akan bersatu. Dengan kata lain kita yang baik akan semakin baik, dan yang jahat akan bertambah buruk. Maka sudah pasti Tuhan akan mudah untuk memilih mana yang harus tinggal bersama-Nya, dan mana yang akan musnah dibakar.
Intinya, kitab Wahyu adalah kitab penyempurna dari semua yang dinubuatkan. Misalnya wabah Tomcat yang sempat merajalela di Pulau Jawa, contoh lain yang sudah mulai dicoba adalah pemasangan chip di tangan atau di dahi manusia. Jadi sebenarnya kita seharusnya sudah tahu akan masa depan kita dan saatnya kita menjadi penggenap sabda-Nya.[j$]
Patutkah kalau kita hingga saat ini merasa takut akan masa depan kita?
DOA (†)
Tuhan, buatlah Firman-Mu semakin menjadi teladan dalam hidup kami. Amin(†)




