Sabtu, 3 November2012
Filipi 1:18b-26
Mazmur 42:2,3,5bcd
Lukas 14:1,7-11
KEJADIANberikut ini sering kita lihat sehari-hari : orang berebut tempat duduk di kendaraan umum sehingga orang tua atau wanita hamil harus berdiri, pembagian sembako memakan korban karena orang yang datang saling berebut untuk mendapatkan sembako gratis, pengendara motor saling berebut jalur sehingga timbul kecelakaan, dan lain sebagainya. Peristiwa-peristiwa tidak mengenakan tersebut terjadi karena setiap orang tidak ada yang mau memperhatikan kepentingan orang lain dan menempatkan dirinya di atas sesamanya (menganggap dirinya lebih berhak mendapatkan perlakuan khusus atau pengecualian).
Hari ini kita belajar dari Santo Paulus yang selalu menempatkan kepentingan orang lain di atas keinginan sendiri. Berkat imannya yang begitu sangat dalam, ia mempunyai kerinduan yang sangat besar untuk meninggalkan dunia dan menemui Kristus dalam segala kemuliaan-Nya (Filipi 1:23). Tapi karena Tuhan masih menghendaki Paulus untuk memibimbing umat di Filipi, maka Ia lebih memilih untuk tetap hidup dan berkarya bagi sesama (Filipi 1:24-25). Yesus berkata, “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (Lukas 14:11).
Marilah kita belajar untuk melepaskan semua egoisme dalam diri dan menempatkan Tuhan dan sesama terdahulu. “If all flowers wanted to be roses, nature would lose her springtime beauty and the fields would no longer be decked out with little wildflowers.” (Teresa of Lisieux). [VJs]
Bagaimana reaksi kita ketika direndahkan orang lain?
DOA(†)
Ya Yesus, seperti Engkau telah mencuci kaki para murid-Mu, kami juga mau belajar untuk menjadi pelayan bagi orang lain. Amin(†)




