Sabtu, 20 Oktober 2012
Efesus 1:15-23
Mazmur 8:2-3a,4-5,6-7
Lukas 12:8-12
“... Setiap orang yang mengakui aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah”
(Lukas 12:8)
UCOKSiregar, memiliki nama yang mirip dengan ayahnya yaitu Bapak Uli Siregar. Demikianlah nama mereka mirip, karena Ucok adalah anak ayahnya. Tidak hanya itu, Ucok pun memiliki beberapa kemiripan dengan ayahnya, rambut dan bentuk mata mereka sama, bahkan Ucok pun mewarisi beberapa sifat ayahnya.
Layaknya kita adalah anak dari orang tua kita, demikianlah kita ini juga anak-anak Allah. Pertanyaannya sekarang : Sudahkah kita menyerupai Dia? Apakah ada sifat-sifat Allah dalam diri kita? Terkadang perbuatan kita sepertinya ‘tidak mengakui’ bahwa kita ini anak-Nya. Kita berbohong, berdusta, curang, mendendam, dan bermalas-malasan... Semua sifat itu tentu saja bukanlah sifat Allah sendiri. Namun kita, yang ‘mengaku’ anak-Nya seringkali berbuat demikian.
Kita pasti sedih kalau orang tua kita tidak mau mengakui kita sebagai anak mereka. Apalagi kalau Allah sendiri tidak mau mengakui kita sebagai anak-Nya. Oleh karena itu, akuilah Dia melalui setiap perkataan dan perbuatan kita. Sebagai anak Allah, sifat-sifat ilahi-Nya harus senantiasa melekat dalam diri kita. [non]
Apakah sifat Allah yang melekat dalam diriku ?
DOA (†)
Allah, bapaku, aku mau menjadi anak kebanggaan-Mu. Amin(†)




