Kamis, 4 Oktober 2012
St. Fransiskus dr Assisi
Ayub19:21-27
Mazmur 27:7-8a,8b-9abc,13-14
Lukas 10:1-12
“Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah.”
(Ayub 19:26)
MASALAH kerap datang dan pergi dalam kehidupan kita. Ada yang datang sebentar, ada juga yang tinggal lebih lama. Ada masalah yang pada akhirnya membuat kita tersenyum, ada juga yang meresahkan. Banyak orang yang cenderung tenggelam dalam masalahnya dan menyalahkan apa saja yang dapat disalahkan. Apakah ini bijaksana? Mari kita lihat lagi bacaan hari ini yang bercerita tentang Ayub, seseorang yang sangat baik dihadapan Allah, begitu diberkati dan Allah pun sangat menyayangi dia. Namun walau pada akhirnya Ayub dicobai seizin Allah, dan hampir kehilangan segalanya, Ia tidak sedikitpun meragukan imannya akan Allah.
Teman, kalau kita menghadapi masalah, apapun itu, kita harus tetap tenang, berpikir bijak dan berharap kepada Allah. Seringkali pokok masalahnya bukan masalah itu sendiri, melainkan bagaimana cara kita mengatasi masalah-masalah itu. Negative thinking, pesimistis, menutup diri, malu, biasanya menjadi hal-hal yang lebih besar dari masalah itu sendiri. Saya percaya dengan tetap beriman, berusaha dan mengandalkan Tuhan maka tidak ada satupun masalah yang tak dapat kita lalui. [718]
Apakah aku panik apabila menghadapi masalah…?
DOA(†)
Tuhan, aku mau belajar untuk tenang dalam menghadapi setiap masalah dalam hidupku. Ajarku untuk percaya bahwa Tuhan adalah panji keselamatanku. Amin(†)




