Senin, 17September 2012
1 Korintus 11:17-26
Mazmur 40:7-8a-8b-9,10,17
Lukas 7:1-10
INJIL hari ini mengangkat kisah seorang perwira yang memiliki beberapa sikap yang patut kita contoh. Perwira ini memiliki kepedulian yang tinggi terhadap hambanya, ia juga memiliki kerendahan hati untuk datang kepada Tuhan, dan ia memiliki iman yang Yesus sendiri pun mengaguminya.
Sebagai seorang atasan, jarang sekali kita melihat ada yang begitu peduli akan hambanya yang sedang sakit. Kerendahan hatisi perwira di hadapan Tuhan ia tunjukkan dengan memohon dengan sangat belas kasihan Yesus untuk datang menyembuhkan hamba itu. Padahal, biasanya seorang yang memiliki kedudukan sulit untuk merendahkan diri di hadapan orang lain. Sebaliknya, ia merasa sangat tidak layak di hadapan Yesus. Namun, perwira ini meyakini dengan kesungguhan hatinya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan hambanya itu. Oleh karena itu, ia meminta Yesus untuk mengatakan sepatah kata saja dan ia yakin hambanya pasti sembuh. Tidak perlu Yesus datang dan menjamah. Hanya dengan ucapan yang keluar dari mulut Yesus, maka kesembuhan pasti terjadi.
Itulah sebabnya setiap kali sebelum menyambut komuni kita mengucapkan hal yang sama. Inilah iman yang luar biasa besarnya. Apabila kita mengucapkannya dengan iman yang teguh bahwa yang akan kita sambut adalah sungguh tubuh dan darah Yesus, maka kita pun akan melihat mukjizat-Nya terjadi dalam hidup kita. [tj]
Sudahkah kita memiliki iman seperti perwira tersebut?
DOA(†)
Tuhan Yesus, aku tidak pantas Engkau datang padaku, bersabdalah saja maka aku akan sembuh. Amin(†)




