Sabtu, 15 September 2012
SP Maria Berdukacita
1 Korintus 10:14–22 / Ibrani 5:7-9
Mazmur 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16
Yohanes 19:25-27 / Lukas 2:33-35
KITA semua pernah mengalami kesedihan, bahkan nyaris putus asa. Jika saat itu iman goyah, maka iblis dapatmemanfaatkan moment tersebut untuk menjauhkan kita dari Tuhan, dan membuat kita merasa ditinggalkan-Nya sendirian.
Hari ini Gerejamemperingati Santa Perawan Maria Berdukacita. Gereja Katolik memberinya gelar ‘Mater Dolorosa’(Bunda Dukacita). Semasa hidupnya, sebagai bunda Yesus, Maria sering kali berduka. Nubuat Simeon dalam Injil Lukas 2:34-35adalah salah satu kedukaan Maria, selain kehilangan Yesus di Bait Allah pada usia 12 tahun (Luk 2: 41-49), bahkan kehilangan untuk selamanya dengan wafat di salib (Yoh 19: 25-27). Yesus sendiri dalam hidup-Nya sebagai manusia,telahmempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia. (Ibrani 5:7a)
Bunda Maria tidak pernah mengeluh dan menyalahkan siapa pun. Ia selalu menyimpan segala duka itu di dalam hati.Yesus sekalipun Ia adalah Anak, telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya (Ibrani 5 :8-9).[ew]
Sanggupkah kita taat dalamsegala perkara seperti Bunda Maria dan Yesus yang sudah mengalami derita dan kedukaan yang lebih hebat dari kita??
DOA(†)
Tuhan ajar kami meneladani Bunda Maria dan Yesus yang selalu setia dan menjadi keselamatan bagi banyak orang sebagai buah kesetiaan-Nya. Amin(†)




