Jumat, 31 Agustus 2012
1 Korintus 1:17-25
Mazmur 33:1-2,4-5,10ab,11
Matius 25:1-13.
SEGALAsesuatu yang ada di dunia ini sifatnya selalu berlawanan atau kontradiktif dan hal itu sungguh wajar, misalnya ada putih ada hitam, ada baik ada jahat, ada manis ada pahit, bahkan pada hal yang lebih tinggi lagi yakni ada malaikat lalu ada juga setan. Sulit dibayangkan jika setiap orang di dunia ini seperti Yesus yang luput tanpa kesalahan, tentunya kita tidak butuh Allah, tetapi ini bukan berarti mengajak kita untuk berbuat salah sehingga berdosa.
Pertentangan atau kontradiksi menjadi tidak wajar jika seseorang mengetahui perbuatan yang baik tetapi menghendaki yang jahat sehingga menjerumuskan dirinya sendiri dalam dosa.
Hal ini terjadi dan bisa dibuktikan dengan bertanya kepada para pelajar:
1. Apakah mereka setuju kalau menyontek itu tidak baik? (mereka akan jawaab setuju)
2. Apakah kamu pernah mencontek? (mereka pasti terdiam dan malu)
Aneka pelanggaran yang seringkali terjadi di berbagai tempat disebabkan oleh dua hal: "sungguh-sungguh tidak mengetahui" atau "mengetahui tapi tidak mau tahu (nekad melanggar)".
Dalam bacaan Injil juga diceritakan dua model gadis yang bertentangan pula karakternya yakni GADIS BODOH dan GADIS BIJAKSANA. Kisahnya sudah jelas bahwa gadis bodoh dikatakan bodoh karena mereka membawa pelita tetapi tidak membawa minyaknya sehingga ketika mempelainya datang lalu meminta minyak dari gadis yang bijaksana dan ternyata gadis bijaksana itu tidak memberinya melainkan menyuruhnya keluar mencari penjual minyak, padahal saat itu mempelainya sudah tiba dalam rumah.
Dari dua model gadis ini, kita bisa belajar dengan mengambil sisi positif dari setiap tokohnya:
1. Gadis bodoh mengajarkan kita untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik jika menghendaki sesuatu yang baik dan maksimal, misalnya mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian atau tes masuk perguruan tinggi.
2. Gadis bijaksana mengajarkan kita untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan tanpa memandang apapun alasannya, misalnya memberi sedekah tanpa menggerutu.
Jika ditanya memilih yang mana diantara kedua gadis itu, kita tentunya akan memilih gadis yang bijaksana dan jawaban kita itu tepat, tetapi akan lebih tepat dan benar jika kita memilih GADIS BIJAKSANA & TULUS. [Yohanes]
Sudahkan kita mempersiapkan diri dengan sungguh sebelum mengikuti Perayaan Ekaristi?
Beranikah kita berpegang pada kebijaksanaan ditengah dunia yang penuh tantangan ini?
DOA (†)
Allah Bapa yang mahaagung, terima kasih atas diri kami seutuhnya yang telah Kau ciptakan. Sudilah kiranya menyertai langkah hidup kami agar kebijaksanaan senantiasa hinggap dalam diri kami. Biarlah hanya Roh Kudus-Mu yang menuntun supaya kami tetap setia berjaga-jaga seraya berdoa kepada-Mu. Amin(†)




