Minggu, 19 Agustus 2012
Minggu Biasa XX
Amsal9:1-6
Mazmur34:2-3,10-11,12-13,14-15
Efesus5:15-20
Yohanes6:51-58
DIpenghujung kelas 1 SMA, saya sekeluarga sepakat untuk membaca alkitab mulai dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu. Awal untuk memulainya sangatlah membosankan dan berpikir bahwa hal ini sangat menyita waktu saya dalam beraktivitas.
Tampak jelas kemalasan saya dengan apa adanya saya katakan pada Allah, “Bapa, Engkau tahu saya malas sekali ”. Dengan tidak terlalu bergairah saya coba lakukan membaca disaat perjalanan ke sekolah melalui ponsel. Saya teringat perkataan orang tua saya, “kalau membaca alkitab, bacalah saja. Tidak usah berpikir untuk mencari maknanya, nanti Tuhan yang akan kasih rhema disaat yang tidak terduga. Karena yang Tuhan mau lihat hanyalah ketaatan kita dalam menyisihkan waktu untuk-Nya”.
Memang beberapa kali saya menemukan kejenuhan, pernah juga saya behenti membaca untuk beberapa minggu namun rasanya selalu ada yang kurang. Dari situ saya mengerti bahwa sumber kehidupan kita benar berasal dari makanan rohani.Ketika itu saya berpikir bahwa saya bukanlah apa-apa di hadapan-Nya.
Hal ini, janganlah membuat teman-teman takut jika tidak membaca Firman Tuhan. Karena motivasi diri kita terhadap pembacaan Firman Tuhan bukanlah berlandaskan ketakutan, namun oleh karena Tuhan telah setia terhadap kita, maka layaklah kita menjadi hamba yang setia bagi Dia. [j$]
Siapkah kita untuk selalu setia bagi Tuhan?
DOA (†)
Tuhan, berikan kami sedikit saja ketaatan-Mu di kayu salib. Amin(†)




