Senin, 13 Agustus 2012
Yehezkiel 1:2-5,24 -– 2:1a
Mazmur 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd
Matius 17:22-27
“Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka” (Matius17: 27)
SOBAT muda, kalau kita berbicara soal dosa, sering kali kita membatasinya seputar hal-hal yang kita lakukan. Nah, tahukah kita bahwa tidak berbuat apa-apa pun bisa juga menjadi dosa kadang-kadang?
Kita bisa mengambil contoh seperti ini: Ada seorang anggota keluarga kita yang sedang kesusahan sekali dan butuh pertolongan yang kebetulan kita temui, namun di saat yang bersamaan, kita sedang asik menikmati kemewahan dan makanan yang berlebihan. Namun ketika kita berjumpa dengannya, kita memilih untuk berdiam diri dan membiarkan dia meninggal kelaparan daripada menolongnya.
Kita memang tidak berbuat sesuatu terhadap dia, namun kita sebenarnya turut serta membuat dia meninggal. Dalam hal seperti inilah, tindakan diam kita sebenarnya adalah sebuah dosa dan merupakan sebuah batu sandungan bagi orang lain yang melihat sikap kita.
Kalau kita ingat bagian Tobat dalam Misa, ada juga disebut tentang “saya berdosa dengan…kelalaian”. Inilah yang dimaksud dengan tidak berbuat sesuatu dimana seharusnya kita berbuat sesuatu. Maka dari itu, marilah kita menghindari diri menjadi batu sandungan bagi orang lain. [Alw]
Apakah tindakanku yang diam menjadi batu sandungan bagi orang lain?
DOA (†)
Tuhan, berikanlah keberanian kepadaku untuk dapat bertindak sesuai dengan kehendak-Mu bila ada yang membutuhkan. Amin(†)




